Akhir – akhir ini, terdapat berita
menghebohkan di jejaring social. Bukan berita dari pejabat DPR yang terendus
melakukan korupsi tetapi berita mengenai budaya Indonesia yang akan diklaim (lagi)
sebagai warisan budaya oleh negara tetangga.
Yup! Tarian tor-tor dan gordang
sambilan yang akan diklaim oleh negeri jiran tersebut sebagai warisan budaya
miliknya.
Mendengar berita ini, pemerintah
Indonesia menanggapinya. Seperti yang dilansir oleh VOA: Indonesia akan Daftarkan Tari Tor Tor ke UNESCO menyebutkan bahwa Indonesia akan mendaftarkantari tor tor sebagai warisan budaya nasional Indonesia ke Badan PBB UrusanPendidikan, Sains dan Kebudayaan (UNESCO) pada tahun depan bulan Maret
mendatang akan dibicarakan lagi tahun depannya.
WHAT? Masih Maret tahun depan. Saya heran
dengan pemerintah kita ini, kenapa mesti lama sih menyelesaikan permasalahan,
gak klaim budaya gak korupsi selalu saja berjalan lambat terkadang perlahan
lahan mulai menghilang beritanya.
Dimanakah sikap peduli pemerintah
terhadap warisan kebudayaan bangsa Indonesia?
Saya berharap pemerintah Indonesia
tidak tinggal diam dengan permasalahan ini, dibutuhkan tindakan nyata untuk
melestarikan kebudayaan tanah air tercinta. Bukan pertama kalinya, budaya kita
diklaim oleh negara tetangga. Lagu rasa sayange telah berhasil diklaim oleh
Malaysia. Inilah bukti bahwa pemerintah Indonesia berjalan lambat dalam
mengatasi permasalahan ini. Ketika sudah diklaim baru mulai menggencarkan bahwa
budaya tersebut milik kita bangsa Indonesia.
Apakah nasib Tarian tor tor dan dan
gordang sambilan akan bernasib sama?
Mampukah kita mempertahankan dan
melestarikan budaya bangsa Indonesia?
Jawabannya adalah iya, kita mampu
mempertahankan dan melestarikan budaya bangsa supaya tidak diklaim oleh negara
tetangga (lagi) dengan cara menjadikan ekstrakuliker sehingga penerus bangsa
dapat mengenal budaya bangsa sejak dini.
Seperti yang dilansir oleh VOA (UNESCO Resmi akui Tari Saman sebagai Warisan Budaya Dunia menyebutkan bahwa TariSaman), Ayi Sarjev mengatakan di Banda Aceh Tari Saman dijadikan sebagai
ekstrakulikuler (kurikulum) di semua sekolah-sekolah yang ada di Aceh.
Dengan adanya terobosan ini, saya
berharap semua daerah dapat
menjadikan budaya mereka dengan cara menggalakkan kegiatan
ekstrakulikuler dalam sekolah sehingga kelak para penerus bangsa dapat
mengetahui begitu kayanya budaya bangsa Indonesia tercinta ini. Selain itu,
Pemerintah dapat membuat suatu pergelaran seni budaya seluruh pelosok tanah air
dengan mengundang perwakilan dari masing-masing negara. Dengan begitu, diharapkan
budaya Indonesia dikenal oleh dunia.
7 komentar:
Wah berarti Tari Remo bisa dibuat jadi ekstrakulikuler di sekolah-sekolah Jawa Timur nih :D #PrayForRemoDance
yoi yoi..
ane juga sebagai warga jatim berharap segera diadakan ekstrakulikuler Tari Remo.
Aminnnnnnnnnnn......
Gue setuju sama postingan ini dan sebagai warga Aceh gue sangat bangga Tari Saman udah jadi ekstrakulikuler di sekolah.
-Salam Kenal-
By : Alief
Alhamdulilah yah....
Salam kenal juga :)
Betul! Pelestarian emang jawaban, terkadang kita baru ribut kalo ada yang klaim, pas adem ayem tradisi malah ga di perduliin (kaya ane gini dah hahaha)
salam kenaal :D
yup!!! sebagai penerus bangsa kita harus melestarikan budaya supaya gak diklaim. *caribendera* *hormatmerahputih* \^_^/
btw, mksh udah berkunjung di blog ini dan commentnya.
Salam kenal juga :D
Gue setuju banget nih ma postingan ini. Gue mau nambahin sedikit cerita ketika gue jemput adek sekolah di smp barunya. Gue ngeliat ada beberapa anak latihan nari bali. Ternyata sekolah si doi mau ada lomba antar sekolah smp sekabupaten. Usut punya usut, tarian ini diwajibkan bagi para siswi untuk mengambil ekstrakulikuler saat semester awal yang nantinya akan ikut serta di setiap perlombaan.
Semoga sekolah laennya bisa ngikut kayak sekolah adek gue. *Aminnnnn*
Posting Komentar